Apabila ingin memastikan keindahan dan ketahanan lantai kayu, maka diperlukan bahan pelapis lantai kayu yang sesuai. Pemilihan pelapis yang tepat tentu bisa melindungi kayu dari kerusakan, kelembapan, goresan, hingga memperpanjang usia pakainya.
Berikut ini beberapa jenis lapisan lantai kayu yang umum digunakan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Ragam Pilihan Bahan Pelapis Lantai Kayu
Beberapa jenis lapisan lantai kayu menawarkan karakteristik unik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan, anggaran, serta fungsi ruangan.
1. Parket (Parket Flooring)
Parket ialah jenis lapisan lantai dari kepingan atau potongan kayu. Model ini dipres menjadi papan, kemudian disusun membentuk pola dekoratif. Terdapat dua jenis utama parket, yaitu parket kayu solid 100% terbuat dari kayu asli, dan parket olahan (engineered wood atau laminate) yang merupakan hasil fabrikasi.
Kelebihan Parket:
- Susunan potongan kayu menciptakan nuansa mozaik cantik dan unsur dekoratif kuat.
- Materialnya kokoh dan umumnya tahan lama.
- Terbuat dari bahan alami yang tidak menyebabkan alergi.
- Mudah dalam pembersihannya.
Kekurangan Parket:
- Persiapan pemasangan parket solid cukup rumit. Sering kali membutuhkan tenaga profesional.
- Terdapat potensi kerusakan seperti licin dan dapat menimbulkan bunyi saat diinjak.
- Harga parket kayu solid cenderung lebih mahal.

2. Lapisan Lantai Kayu Vinyl
Selanjutnya, lantai vinyl merupakan bahan pelapis lantai kayu. Model ini terbuat dari polyvinyl chloride (PVC). Meskipun sintetis, vinyl dapat didesain menyerupai berbagai motif, termasuk motif kayu, marmer, atau keramik. Hal tersebut menjadikannya pilihan favorit. Terutama bagi rumah dengan anak kecil.
Kelebihan Vinyl:
- Cenderung lebih terjangkau daripada lantai kayu alami.
- Memiliki kualitas cukup baik dan awet hingga puluhan tahun.
- Proses instalasi lebih praktis dan mudah.
- Tahan terhadap air serta tidak licin sehingga dapat mengurangi risiko lapuk atau lembap.
- Tidak membutuhkan perawatan khusus.
Kekurangan Vinyl:
- Terbuat dari material sintetis, maka tekstur yang dihasilkan kurang alami.
- Kurang cocok diaplikasikan untuk area outdoor.
- Mudah pudar, tidak tahan goresan dan beban berat, serta berbahaya jika terkelupas.
3. Laminat
Lantai laminat ialah bahan pelapis lantai kayu. Bahan material ini terdiri dari beberapa lapisan. Bahannya termasuk serat kayu, resin, dan lapisan atas tahan aus. Nah, lapisan tersebut diberi pelapis pelindung dengan cetakan gambar motif kayu menyerupai kayu alami.
Kelebihan Laminat:
- Mampu meniru tampilan serat kayu alami dengan sangat baik.
- Tahan terhadap goresan, noda, dan aus. Ini ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.
- Memiliki sifat kontras, terasa sejuk saat cuaca panas dan hangat saat cuaca dingin.
- Harga lebih terjangkau daripada lantai kayu solid.
- Mudah dirawat, cukup disapu dan dilap secara teratur.
Kekurangan Laminat:
- Tidak tahan terhadap air berlebihan dan bisa mengembang sehingga tidak cocok untuk kamar mandi.
- Jika terjadi kerusakan serius, umumnya tidak dapat diperbaiki dan memerlukan penggantian panel.
- Terasa lebih keras di kaki dan berisik saat berjalan menggunakan alas kaki.
4. SPC (Stone Plastic Composite)
SPC, singkatan dari Stone Plastic Composite, adalah jenis pelapis yang terbuat dari campuran kalsium karbonat, serat plastik, dan resin PVC. Material ini menggunakan teknologi cetak tinggi. Tujuannya untuk menciptakan tampilan motif kayu autentik.
Kelebihan SPC:
- Sangat tahan terhadap goresan, noda, dan aus berkat lapisan pelindung yang kuat.
- Keunggulan terbesar SPC adalah ketahanannya terhadap air. Hal ini membuatnya ideal untuk dapur, kamar mandi, atau area yang rentan lembap.
- Sering dilengkapi sistem pengunci guna memudahkan proses instalasi.
- Perawatan sangat sederhana, cukup dengan menyapu dan mengelap.
- Mampu menampilkan detail serat kayu yang sangat autentik.
Kekurangan SPC:
- Saat dipijak akan terasa keras di kaki.
- Cenderung lebih mahal harganya daripada vinyl atau laminat, namun sebanding dengan daya tahan dan ketahanan airnya.
- Penggantian panel yang rusak dapat menjadi lebih sulit.
Pemilihan bahan pelapis lantai secara tepat merupakan investasi jangka panjang. Tentu untuk menunjang nilai estetika dan keawetan hunian. Kertasive hadir guna memenuhi kebutuhan untuk lantai. Setiap jenis, mulai dari parket, vinyl, laminat, hingga SPC, menawarkan kombinasi kelebihan dan kekurangan yang unik.
Keputusan akhir pemilihan bahan pelapis lantai kayu sangat bergantung pada kebutuhan spesifik ruangan, anggaran, serta preferensi estetika. Mempertimbangkan tingkat kelembapan, lalu lintas, dan kebutuhan perawatan akan membantu memastikan lantai kayu di rumah tetap indah dan kokoh.