Perbandingan Lapisan Lantai Motif Kayu Vinyl, SPC, dan Laminasi

Menentukan jenis lapisan lantai bermotif kayu yang tepat kadang terasa rumit. Di toko material bangunan, ada tiga jenis yang paling sering dijumpai. Mulai dari Vinyl, SPC, dan Laminasi. Semuanya memberikan motif seperti kayu asli. Namun setiap jenis punya ciri, kelebihan, dan kekurangannya sendiri.

Contoh dari Lapisan Lantai Motif Kayu

Perbandingan Bahan Lapisan Lantai Motif Kayu

Sebelum memilih lantai motif kayu, penting memahami bahan yang digunakan. Setiap jenis lantai punya struktur dan karakter yang berbeda.

  1. Vinyl

Vinyl dibuat dari bahan PVC sehingga terasa lentur dan lebih empuk saat diinjak. Motif kayu biasanya ada pada lapisan bagian tengah. Vinyl juga dilindungi oleh lapisan pelindung agar tidak mudah tergores.

  1. SPC

SPC (Stone Plastic Composite) lebih padat karena terbuat dari campuran serbuk batu kapur dan PVC. Bahan ini membuatnya lebih keras dan stabil dibanding vinyl. Lapisan motif kayu tetap terlindungi oleh pelindung anti-gores.

  1. Laminasi

Laminasi berbeda karena berbasis kayu daur ulang. Intinya terbuat dari HDF atau MDF. Kemudian diberi motif kayu dari kertas dekor yang ditempel di permukaan lalu ditambah lapisan pelindung agar lebih kuat.

Penerapan dari Lapisan Lantai Motif Kayu

Membandingkan Berdasarkan Kebutuhan

Setiap jenis lantai cocok untuk kondisi yang berbeda. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan lokasi ruangan dan kebutuhan penggunaan.

  1. Ketahanan Pada Air dan Kelembapan

Pada area lembap, performanya sangat bervariasi. SPC menjadi pilihan terbaik karena tidak mengembang atau melengkung ketika terkena air. Sangat cocok untuk dapur, kamar mandi, atau area basah lainnya.

Vinyl juga tahan air, tetapi daya tahannya biasanya masih di bawah SPC. Laminasi mudah menyerap air karena terbuat dari bahan kayu. Jika terkena kelembapan terus-menerus, lantai bisa mengembang atau melengkung. Karena itu, lebih aman digunakan di ruangan kering.

  1. Kekuatan dan Ketahanan

Ketahanan setiap lantai berbeda saat menghadapi tekanan atau benturan. SPC sangat kuat karena intinya padat. Permukaannya juga dirancang tahan gores. Laminasi memiliki permukaan keras, tetapi lebih mudah rusak jika terkena benturan benda berat. Vinyl lebih fleksibel sehingga rentan penyok bila ada tekanan berat dalam waktu lama.

  1. Kemudahan Pemasangan dan Perawatan

Vinyl dan SPC termasuk mudah dipasang dan tidak selalu memerlukan lem. Beberapa brand sudah mengembangkan vinyl atau SPC click yang tinggal dipasang. Permukaan lantai harus rata sebelum pemasangan, terutama untuk SPC.

Laminasi memerlukan penyesuaian suhu ruangan selama minimal dua hari. Ini perlu dilakukan sebelum dipasang agar tidak mengembang setelah menempel di lantai. Untuk perawatan sehari-hari, semuanya mudah dibersihkan. Namun, lantai laminasi harus dijaga agar tidak sering terkena air.

  1. Kenyamanan

Vinyl terasa lebih empuk dan hangat, sedangkan laminasi terasa mirip kayu solid. SPC terasa paling keras seperti keramik. SPC umumnya lebih baik dalam meredam suara langkah dibanding lantai laminasi.

Laminasi menggunakan kayu daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan meski ada jenis tertentu yang memakai lem formaldehida. Vinyl dan SPC berbahan PVC dan lebih sulit terurai.

Perbandingan Biaya Pemasangan

Untuk lantai vinyl motif kayu, harga jasanya biasanya mulai dari Rp40.000 sampai Rp120.000 per meter persegi. Di daerah seperti Tangerang dan Jakarta, tarif pemasangan bisa lebih tinggi. Mulai dari Rp70.000 hingga Rp120.000 per meter. Biaya tersebut umumnya sudah termasuk lem dan bahan pendukung pemasangan.

Jenis lantai SPC dikenal lebih kuat dan stabil, jadi harganya cenderung lebih tinggi. Untuk pemasangan, biaya tenaga kerja berada di kisaran Rp35.000 sampai Rp100.000 per meter persegi. Tergantung ketebalan dan tingkat kesulitan pemasangan. Jika dihitung lengkap dengan bahan lantainya, total biaya bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp300.000 per meter.

Sementara itu, lantai laminasi biasanya lebih ramah di kantong. Rata-rata biaya pemasangan ada di kisaran Rp40.000 sampai Rp50.000 per meter persegi. Sudah termasuk bahan tambahan seperti polyfoam. Proses pemasangannya lebih cepat karena memakai sistem klik. Sehingga biayanya paling terjangkau dibanding vinyl dan SPC.

Cara Menentukan Pilihan yang Tepat

Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

  1. SPC cocok untuk area yang sering terkena air dan membutuhkan lantai kuat dalam jangka panjang.
  2. Vinyl ideal bagi yang mencari lantai nyaman, tahan air, dan punya harga lebih murah.
  3. Laminasi pas untuk ruangan kering dan anggaran terbatas.

Jika sudah memahami keunggulan dan kelemahan setiap jenis lapisan lantai bermotif kayu. Pembeli bisa menentukan pelapis lantai yang lebih tepat dan tahan lama.

Other Blogs

Search PRoducts

Share